![]() |
|||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||
|
Iman Santosa - Jupiter dan Bulan Galilean Kamera Canon EOS 20D, Exposure time: 0.6s, f5,6 ISO1600. Waktu : 8 Juli 09 01.17 wib. Lokasi : Solo |
|||||||||||||||||||||
|
Halo.... Betapa hebatnya sebuah optik. Ialah jantungnya fotografi. Dengan optic cahaya dikumpulkan, dan para fotografer bermain-main dengan cahaya. Mereka memburu, meringkus, dan membelai cahaya untuk memunculkan keajaiban sebuah obyek.
Maka bayangkanlah peristiwa yang mengubah dunia ilmu pengetahuan ini. Tahun 1610, dengan teleskop refraktor sederhana buatan sendiri, astronom Galileo Galilei membidik Jupiter. Di dalam optik mungilnya itu ia melihat beberapa obyek mengelilingi planet terbesar di Tata Surya itu. Ia terus mengamati Jupiter pada malam-malam berikutnya dan menemukan empat obyek di sekitar Jupiter. Ia memastikan bahwa ke-empat obyek itu (yang kemudian disebut satelit Galilean) beredar mengelilingi Jupiter. Ini adalah bukti otentik pertama bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta sebagaimana yang diyakini orang pada masa itu. Temuan Galileo memperkuat Hukum Kepler yang dipublikasikan setahun sebelumnya. Sejak itu, meskipun harus dibayar mahal dengan hukuman kepada Galielo karena dianggap menentang keyakinan umum, pandangan Bumi sebagai pusat alam semesta yang sudah berumur dua ribu tahun mulai bergeser. Sekarang kita tahu bahwa Matahari, planet dan bintang tidak mengelilingi Bumi. Bumilah yang mengelilingi Matahari. Galileo dengan optiknya telah membawa kita keluar dari pemahaman yang keliru. Sekarang ini dengan teknologi yang sudah luar biasa majunya, kita dengan mudah mengulangi apa yang disaksikan Galileo 400 tahun silam. Dengan kamera digital yang semakin hari semakin canggih, kita bahkan bisa memotret Bulan Galilean itu. Ke-empat bulan itu berturut-turut adalah Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Foto disamping ini adalah foto planet Jupiter yang diambil berturut-turut pada 8 Juli pk 01:17:10, 9 Juli pk. 00:10:33, dan 10 Juli 00:18:04. Terlihat bagaimana posisi empat Bulan Galilean berubah dari malam ke malam. Titik terang di sebelah kiri atas adalah bintang Sadalsuud (Beta Aquarius). Salam. |
![]() |
||||||||||||||||||||
|
Waktu : 9 Juli 09 00.10 wib
|
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
|
Waktu : 10 Juli 09 00.18 wib
|
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
Krustiono Basuki - Sunset in South Pacific | ||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||||||||||
| Hanief Trihantoro - Langit Di Atas Borobudur | Fajar Ariadi - Sekuen Gerhana Bulan di atas Masjid Raya Batam | Fajar Ariadi - Superimposed of 11 snaps | |||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
| Krustiono Basuki, Buenos Aires, Nikon D40 | |||||||||||||||||||||
| Iman Wicaksono Bali | |||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||
|
Majalah Astronomi - 2009 Majalah Astronomi diterbitkan dalam edisi cetak dan versi online. Untuk berlangganan edisi cetak dan informasi lainnya, hubungi kamii Majalah Astronomi |
|||||||||||||||||||||