Venus Express

Satelit tanpa awak Venus Express yang mengorbit planet Venus berhasil memetakan belahan selatan planet itu dalam citra gelombang infra merah. Para astronom berpendapat, dari pemeriksaan terhadap peta tersebut, bahwa pada jaman dahulu Venus kemungkinan memiliki kesamaan lingkungan dengan Bumi, antara lain sama-sama memiliki lautan. Citra batuan yang dihasilkan kemungkinan menunjukkan unsur granite, yang mungkin menjadi petunjuk adanya lempeng tektonik di Venus. Namun untuk memastikan keberadaan lempeng tektonik harus dikirimkan wahana pendarat di Venus. Pertanyaan mengenai aktivitas vulkanik juga masih menjadi teka-teki. Sejauh ini Venus Explorer belum menemukan aktivitas vulkanik. Meskpun demikian belum bisa dipastikan bahwa di Venus tidak ada kegiatan vulkanik.

Pemetaan Venus selama ini dilakukan dengan menggunakan radar dari Bumi sebab pengamatan optik tidak mungkin dilakukan karena tebalnya awan yang menyelubungi Venus. Wahana Venus Explorer adalah milik Lembaga Antariksa Eropa (ESA – European Space Agency) yang diluncurkan pada November 2005, dari Cosmodrom Baikonur, Rusia, untuk misi selama 4 tahun dan kemungkinan diperpanjang. (isan/sciencedaily)

China Membangun Radio Teleskop Terbesar

China terus berupaya mengejar ketinggalannya dari negara-negara maju. Saat ini negeri tirai bamboo itu sedang membangun sebuah teleskop radio raksasa yang hampir dua kali lebih besar dari teleskop radio terbesar saat ini yang berada di Arecibo , Puerto Rico . Teleskop super besar yang dibangun China itu disebut Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST). Sesuai dengan namanya, garis tengah teleskop radio itu sepanjang 500 meter. Seperti di Puerto Rico, teleskop radio itu juga akan terletak di sebuah cekungan yang sesuai dengan ukurannya yang jumbo itu. Pembangunan teleskop radio raksasa itu menelan biaya 150 juta dolar dan akan siap beroperasi pada tahun 2014. Kelak FAST akan memindai sumber-sumber radio di langit terutama pada frekuensi di bawah 3 GHz.

Sampai saat ini teleskop radio terbesar di dunia terdapat di Arecibo , Puerto Rico , dengan diameter 305 meter. Teleskop Radio Arecibo mulai beroperasi sejak 1963, dan sampai sekarang telah memberikan sumbangan besar pada pengetahuan kita mengenai sumber radio di alam semesta, termasuk penemuan pulsar dalam sistem bintang ganda. Teleskop Radio Arecibo juga membantu kita memahami lebih mendalam dinamika atmosfer Bumi bagian atas. (isan/Australian Sky & Telescope/National Astronomy and Ionospeher Center Arecibo Observatory)


Majalah Astronomi - 2009

Majalah Astronomi diterbitkan dalam edisi cetak dan versi online.

Untuk berlangganan edisi cetak dan informasi lainnya, hubungi kamii Majalah Astronomi